Nama Brand

6 Tips Menentukan Nama Brand untuk Bisnismu!

Brand pertama kali digunakan oleh orang-orang Inggris pada abad ke-19 untuk memberi tanda ke hewan-hewan dengan cara memberikan cap besi panah di tubuh hewan tersebut. Kata brand kemudian mulai terkenal di Jerman dengan makna yang sama yaitu menandai sesuatu dengan besi panas yaitu brennen. Saat ini brand memiliki arti identitas diri yang membedakan satu bisnis dengan bisnis yang lainnya. Sedangkan branding diartikan sebagai sebuah kegiatan komunikasi, memperkuat, dan mempertahankan sebuah brand untuk memberikan perspektif pada orang yang melihatnya. Brand merupakan identitas bisnis. Oleh sebab itu, memilih nama brand tidak boleh semarangan. Brand harus bisa menggambarkan bisnis secara keseluruhan.

1. Pilih Nama Brand yang Belum Pernah Dipakai

Lakukan pencarian di Google dan mengetik nama brand yang ingin kamu pakai. Jika sudah ada nama brand serupa, kamu bisa langsung menggantinya. Kamu bisa membuat nama brand yang bersangkutan sesuai bisnismu atau bisa juga dengan nama kamu. Selain melakukan mengecekan di Google, kamu juga bisa melakukan pengecekan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual agar lebih aman dalam memilih nama yang belum pernah dipakai oleh pebisnis lain.

2. Mencari Nama yang Unik dan Mudah Diucapkan

Banyak sekali brand produk yang menggunakan nama-nama unik, namun susah untuk diucapkan. Hal ini tentu menyebabkan brand tersebut tidak mudah diingat oleh para konsumen, dan akan kalah dengan brand lain yang penyebutannya lebih mudah. Brand merupakan faktor utama yang menggambarkan image sebuah perusahaan.

Seperti contoh, Nikon, Google, Yahoo!, Twitter, Instagram itu adalah sebagian dari banyak brand yang sangat sukses karena unik dan mudah diucapkan.

3. Jangan Buat Brand Terlalu Panjang

Nama brand yang terlalu panjang akan mempersulit masyarakat untuk mengingatnya. Maka dari itu, usahakan jangan membuat brand yang terlalu panjang agar mudah diingat oleh masyarakat. Gunakanlah satu sampai tiga kata untuk membuat sebuah brand.

4. Memiliki Makna yang Positif

Pemberian nama untuk bisnis harus memiliki makna yang positif. Oleh karena itu, sebelum memilih nama brand untuk berbisnis, ketahui terlebih dahulu makna dari nama tersebut.

Jangan sampai nama yang dipilih bersifat unik dan singkat namun tidak memperhatikan makna yang dimiliki. Sehingga bisnis yang dijalankan bisa saja tidak berjalan dengan baik sesuai harapan.

5. Menggambarkan Bisnis

Dengan nama yang mampu menggambarkan bisnis, kamu akan lebih mudah dalam mengenalkan produk dan memasarkan produk.

Salah satu brand lokal yang mampu menggambarkan produk adalah Indomie. Indomie merupakan brand dari produk mie instan yang berasal dari Indonesia. Dengan nama brand ini produk Indomie telah mampu menggambarkan produk mie yang berasal dari Indonesia.

6. Menghindari Singkatan

Secara logika nama brand yang berupa singkatan memang sangat mudah untuk diingat. Tetapi sebaiknya kamu menghindari singkatan karena membuat calon konsumen yang baru pertama kali mendengar nama dengan singkatan akan merasa bingung. Selain itu, singkatan yang digunakan tersebut juga biasanya digunakan oleh banyak bisnis lain. Sehingga pemilihan nama tersebut akan memiliki kesamaan dengan nama yang digunakan oleh bisnis lainnya.